Jumat, 20 Mei 2011

Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen

Unsur-unsur yang termuat dalam cerpen adalah :
1. Tema, yaitu sumber gagasan atau ide cerita yang dikembangkan menjadi sebuah
karangan.
2. Alur, yaitu unsur peristiwa sebab-akibat yang menjalin suatu cerita.
3. Penokohan, yaitu pelaku-pelaku dalam cerita.
4. Setting atau latar, yaitu waktu dan tempat serta keadaan sosial yang digunakan pengarang
dalam menyusun cerita.
5. Sudut pandang, yaitu tempat atau letak di mana seseorang melihat objek karangan.
Apabila pengarang dalam bercerita menyebutkan nama aku, berarti menggunakan sudut
pandang orang pertama. Apabila pengarang menyebut dia, berarti menggunakan sudut
pandang orang kedua, sedangkan jika pengarang bebas menceritakan apa yang dialami
oleh semua tokoh, berarti menggunakan sudut pandang serba tahu.
Membaca cerpen merupakan membaca indah. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam membaca indah, yaitu:
1. memahami karya sastra yang akan dibaca,
2. membaca dengan lafal yang jelas dan intonasi yang tepat,
3. membaca dengan wajar sebagaimana layaknya orang berbicara,
4. kesesuaian ekspresi dengan pokok-pokok gagasan yang terkandung dalam teks.

Sumber:
indrawati, Dewi dan Didik Durianto. 2008. Aktif berbahasa Indonesia: untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Menanggapi cara pembacaan cerpen

a. Vokal atau pengucapan
Vokal atau pengucapan yang tepat akan membuat pendengar merasa senang untuk mendengar atau menyimak isi cerpen tersebut.
b. Gerak dan mimik
Gerak dalam membaca cerpen kadang diperlukan, kadang tidak. Gerakan dan mimik (perubahan raut muka) yang ditampilkan pembaca cerpen bukanlah gerakan yang diciptakan sendiri.
c. Komunikatif
Pembacaan cerpen bertujuan agar pendengar dapat memahami isi cerpen tersebut sekaligus menikmatinya. Untuk itu, pembaca cerpen harus mampu berkomunikasi dengan pendengar.

Sumber:
Maryati, Sutopo. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 1: untuk SMP/MTs kelas VII Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 86

Menanggapi Pembacaan Cerpen

Cerita pendek (cerpen) adalah satu bentuk karya sastra yang ceritanya hanya menceritakan satu peristiwa dari seluruh kehidupan pelakunya.
Unsur intrinsik cerpen ada beberapa macam, antara lain tema, plot (alur), penokohan
(perwatakan), setting (latar cerita), sudut pandang (titik kisah), gaya bahasa, dan amanat :
1. Tema, yaitu pokok pembicaraan yang mendasari cerita.
2. Plot (alur), yaitu rangkaian peristiwa yang sambung-menyambung dalam
sebuah cerita berdasarkan logika sebab-akibat.
3. Sudut pandang, yaitu posisi pengarang terhadap kisah yang
diceritakannya.
4. Gaya bahasa, yaitu cara pengarang menggunakan bahasa untuk menghasilkan
karya sastra.
5. Amanat, yaitu ajaran yang ingin disampaikan pengarang.
6. Penokohan (perwatakan), yaitu pemberian watak pada tokoh cerita.
Berikut ini cara penokohan dalam cerpen.
a. Penokohan secara langsung
b. Penokohan secara tidak langsung
7. Setting (latar cerita) yang meliputi:
a. setting tempat
b. setting waktu
c. setting suasana
Sumber :
Anindyarini, Atikah dan Sri Ningsih. 2008.Bahasa Indonesia: SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 94



Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen


1. Mendengarkan Pembacaan Cerpen
2. Mendiskusikan Pelaku dan Perwatakan
3. Memahami Latar Cerpen
4. Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen

Sumber: Suwandi, Sarwiji dan sutarmo. 2008. Bahasa kebanggaanku untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen Secara Lisan

Umumnya, cerpen dibaca secara diam dengan tujuan tertentu, misalnya untuk men-dapatkan
hiburan, memperluas pengetahuan tentang kehidupan manusia, dan untuk kepentingan pembelajaran.
Selain untuk kepentingan tersebut, cerpen dapat digunakan sebagai bahan seni pertunjukkan baca
cerpen seperti hal seni baca puisi.
Aktivitas pembelajaran yang akan kamu ikuti dalam pembelajaran ini meliputi :
(1) memahami tujuan pembelajaran
(2) membaca dan memahami isi cerpen
(3) memahami teknik pengembangan cerpen
(4) membaca cerpen dengan teknik membaca drama dan memberikan tanggapan. Pada akhir kegiatan pembelajaran, kalian akan melaksanakan kegiatan refleksi.
Hal-hal yang harus diperhatikan pembaca, yakni :
(1) ketepatan pengungkapan isi teks
(2) kejelasan dan kekerasan suara
(3) ketepatan nada, jeda, dan irama pembacaan
(4) ekspresi wajah serta gerak-gerik pendukung yang mendukung penyampian isi teks.

Sumber :
Tri Priyatni, Endah, Yuni Pratiwi, Syamsul Sodiq, Sumiyadi. 2008. Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 174

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar